Add Comment Cerita Kita Edit Memori Daun Pisang Mataku mulai berbinar-binar, sedikit lagi jatuh dan menumpahkan air mata. Mengingat jejak-jejak yang tertinggal masa, tersapu realita, ... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita, Curahan Hati, Puisi Edit Secarik Kertas untuk Engkau Baca Secarik Kertas untuk Engkau Baca "Pernahkah terlintas dipikiranmu, bahwa aku yang akan menjadi anakmu?" Aku ingin tahu tenta... Baca Saika
Add Comment Edit Batas Sabar Saya selalu berpikir, kalau sabar itu tidak ada batasnya. Saya selalu memaksa kalau saya tidak akan kehabisan kesabaran, karna sesungguhn... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Jas Hujan Di Awal Desember Seperti biasa, hari yang paling kutunggu-tunggu telah datang; Sabtu. Hari untuk melangkah kembali ke rumah. Bertemu dengan sanak keluarga t... Baca Saika
Add Comment Puisi Edit November Rain Karya: Munifa Embun di kaca jendela masih tersisa Meninggalkan jejak hujan di kemarau yang panjang Selamat pagi katamu menyapa ... Baca Saika
Add Comment Puisi Edit Rengkuh Aku jangan Kau Lepaskan (Kalimat yang Tak Bisa Aku Katakan Ayah) Oleh: Munifa Kepadamu, yang aku cintai sepenuh hatiku... Aku mungkin lalai dan melupakan sedikit gertakmu Tapi ku katakan dihatiku ... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Hadiah Terbaik yang Allah Berikan Kehidupan... Tidak ada yang lebih baik daripadanya, karena segala sesuatu tidak akan ada tanpa kehidupan. Dari detak jantung yang pertam... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Keluargaku SAMAWA Bisikan aneh itu tidak jua bosan, terus mengikuti kemana pun jalan yang menjadi tujuan. Ketika yang datang itu impian, aku masih harus menun... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita, Curahan Hati Edit Menunggu?! Menunggu... Ada banyak alasan mengapa kebanyakan orang tidak menyukai hal yang satu ini. Bukan hanya karena waktu yang terbuang percu... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Cerita untuk Hari Tua Buatkan aku sebuah gubuk untuk menikmati senja setelah terik membakar kulit hitam ini, untuk membuat masakan yang lebih sering kau sebu... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Hujan dan Kita yang Berjalan Setelahnya Written by: Munifa Kenangan kita ketika hujan. Rembesan air mengenai wajahku di kerai kaca mobil, aku suka hujan tapi tidak untuk saat i... Baca Saika
Add Comment Puisi Edit Aku Rindu Kita yang Kemarin Karya : Munifa Mataku mulai sembab Menapaki jejak yang tersapu angin Rintihku mungkin tak jua kau dengar Lantaran jemarimu sibuk mengo... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Diantara Potongan Ketupat Kemenangan kita dihari nan fitrah Berakhir... Ada gelak tawa disana, ada juga yang menangis tersedu-sedu disini. Teriakan para pe... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Mataku pada Matamu Aku tidak tahu harus memulainya darimana. Mungkin dari sana, tempat kita pernah bersua kata, menghabiskan waktu berdua saja. Pertemua... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Guratan Jiwa yang Resah Ada yang tidak bisa aku pahami, tidak bisa ku logikakan maknanya. Seperti mataku tertutup untuk membacanya, sulit. Duduk ditempat ini, ... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Rasa Syukur PadaNYA Bismillahirrahmanirrahiim. Sulit sekali untuk memulai menuliskan ini, aku tidak bisa memilih mana yang harus kudahulukan. Semuan... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Masih Saja Sepertinya aku harus mengurung kembali diriku dalam sepi yang sangat lama. Aku merasakan sesuatu yang berbeda, sangat berbeda...dim... Baca Saika
Add Comment Imajinasi Edit Wanita Berkacamata Karya: Munifa Munifa Unhy Hari ini, ketika matahari mengintip di balik pagar bukit, lalu butiran-butiran embun nampak menghiasi ku... Baca Saika
Add Comment Curahan Hati Edit Tentang Keraguan Karya: Munifa Aku ingin bercerita tentang sebuah keraguan... Sebelum masa itu tiba, sebelum semua menjadi sia-sia, dan sebelum nafas it... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Pelangi Di Ujung Senja Sore yang mendung, mengantarku pada sebuah jalan yang penuh sesak, karena udara tercemar penuh debu yang menghitamkan tenggorokan. Peka... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Akhirnya Harus Kuakhiri Aku... kini berjalan sendirian, bertengger pada senja yang kian meredupkan warnanya; ketika malam mulai mengusirnya. Aku seorang yang berte... Baca Saika
Add Comment Cerita Kita Edit Dalam Kesederhanaan Hidup di dalam lingkaranmu memberiku satu arti; betapa aku beruntung merasakannya. Dan kau masih, masih saja bisa menjadi yang bertahan unt... Baca Saika
Add Comment Cerpen Edit Dia Datang, Kau Kembali Kemapanan bukanlah satu-satunya alasan seseorang disebut dewasa, juga dibutuhkan pikiran dan perasaan. Tak henti-hentinya mereka menanyaiku... Baca Saika
Add Comment Cerpen Edit Tanpamu Aku tak Berarti Aku seorang yang tak tahu menahu ketika mereka bertanya kenapa aku masih sendiri. Aku tak pernah berani menjawab tanpa alasan yang meyakink... Baca Saika
Add Comment Cerpen Edit Pergilah Aku tak Apa-apa Berulang kali ku baca surat itu , mataku mulai sembab, memerah hingga membengkak. Aku tak lagi peduli pada tulisan yang harus ku lanjutka... Baca Saika
Add Comment Cerpen Edit Balasan Suratku Aku baru sadar ternyata aku terlalu lama berdiri di depan makam Dea, dari celah-celah dedaunan ada sinar yang memantul dari kacamataku, sep... Baca Saika